Friday, 15 January 2010 10:47
Menyusul maraknya kasus penculikan bayi di rumah sakit umum daerah (RSUD) dan puskesmas akhir-akhir ini, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menghimbau kepada seluruh RS, Puskesmas dan klinik bersalin untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan.
"Saya harap setiap direktur rumah sakit dan kepala puskesmas perhatikan keamanan," kata Menkes, Jakarta, Rabu (13/1/2010).
"Dua kasus penculikan bayi menunjukkan betapa lemahnya keamanan RS dan puskesmas di tanah air kita. Mereka harus memperketat SOP. Kan ada SOP (Standard Operation Procedure) RS harus tahu siapa yang datang, siapa yang keluar masuk, siapa yang memakai tanda pengenal, siapa yang tidak," ucap Endang.
Jika ada pelanggaran standar operasi itu, maka dinas terkait harus melakukan tindakan. "Departemen Kesehatan yang berada di pusat tak bisa langsung turun melakukan tindakan. Untuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan itu, sebenarnya tanggung wilayah," ucap Endang.
Menkes menyerahkan kepada Dinas Kesehatan setempat soal sanksi terhadap kepala rumah sakit dan puskesmas yang kehilangan bayi tersebut. RS diawasi oleh dinas kesehatan provinsi, sementara puskesmas oleh dinas kesehatan Kabupaten atau Kota.
"Itu kita serahkan ke Dinas Kesehatan karena mereka di bawah dinas kesehatan," ucap Endang.








