tutup

Login Panel

Jika anda adalah salah satu user yang mempunyai akses terhadap web ini, maka silahkan masukkan user dan password anda.
Login Panel
YOOtheme
Click on the slide!

Stikper Gunung Sari

STIKPER Gunung Sari - MakassarMerupakan salah satu sekolah keperawatan di kota Makassar dengan jenjang pendidikan D3 dan S1 dalam bidang…

Click on the slide!

Sistem Belajar

Kami memiliki tenaga pengajar yang telah berpengalaman di bidangnya.Dan pelayanan akademis yang terus ditingkatkan untuk mempermudah bagi para pelajar dalam…

Click on the slide!

Sarana

Memiliki sarana perlengkapan yang menunjang seperti lab. bahasa, lab. komputer dan lain sebagainya

Click on the slide!

Asrama Pelajar

Kami menyediakan asrama untuk para pelajar yang menjalani pendidikan di Sekolah kami

Click on the slide!

Capping Day

STIKPER Gunung Sari akan menjadikan Anda seorang tenaga ahli di bidang keperawatan dengan keterampilan yang bisa bersaing

Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks

Editor Login

Jadwal Kegiatan

No current events.

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Your IP: 38.107.191.116

Image and video hosting by TinyPicMenyusul maraknya kasus penculikan bayi di rumah sakit umum daerah (RSUD) dan puskesmas akhir-akhir ini, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menghimbau kepada seluruh RS, Puskesmas dan klinik bersalin untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan.

"Saya harap setiap direktur rumah sakit dan kepala puskesmas perhatikan keamanan," kata Menkes, Jakarta, Rabu (13/1/2010).

"Dua kasus penculikan bayi menunjukkan betapa lemahnya keamanan RS dan puskesmas di tanah air kita. Mereka harus memperketat SOP. Kan ada SOP (Standard Operation Procedure) RS harus tahu siapa yang datang, siapa yang keluar masuk, siapa yang memakai tanda pengenal, siapa yang tidak," ucap Endang.


Jika ada pelanggaran standar operasi itu, maka dinas terkait harus melakukan tindakan. "Departemen Kesehatan yang berada di pusat tak bisa langsung turun melakukan tindakan. Untuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan itu, sebenarnya tanggung wilayah," ucap Endang.

Menkes menyerahkan kepada Dinas Kesehatan setempat soal sanksi terhadap kepala rumah sakit dan puskesmas yang kehilangan bayi tersebut. RS diawasi oleh dinas kesehatan provinsi, sementara puskesmas oleh dinas kesehatan Kabupaten atau Kota.

"Itu kita serahkan ke Dinas Kesehatan karena mereka di bawah dinas kesehatan," ucap Endang.

sumber:kompas.com